TALOMPOT (Tanaman Lombok dalam Pot)

Dulu sangat terkenal istilah Tabulapot (Tanaman Buah dalam Pot), Tabulakar (Tanaman Buah di Pekarangan), kini saya mencoba untuk menggugah hati para blogger untuk ikut memasyarakatkan Tanaman Lombok dalam Pot atau TALOMPOT, sudah lama saya ingin menulis tentang tanaman Cabai atau Lombok dalam pot ini karena di rumah saya di lantai 2 yang diperuntukkan untuk  menjemur pakaian saya tempatkan beberapa pot yang ditanami Cabai, terong, tomat, bunga dan keladi hias serta beberapa tanaman lainnya. Talompot di rumah saya ada yang sudah berumur 3 tahun dan masih berbuah. Tapi dengan meroketnya harga cabai yang sampai dengan hari Jum’at tanggal 7 Desember 2011 kemarin harga cabai di Balikpapan mencapai Rp. 120.000,- per kilo gram.membuat saya menyegerakan tulisan ini dengan harapan dapat memberi informasi lebih cepat kepada masyarakat terutama para bloogger yang berminat untuk ikut mencoba menanam simerah pedas ini. Harga normal cabai di Balikpapan antara Rp.25.000,- s/d Rp.40.000,-. Dengan mahalnya  harga cabai ini membuat para menikmat pedas-pedas menjadi kelabakan apalagi pemilik usaha yang berhubungan dengan pedas-pedas ini seperti penjual bakso, penjual mie ayam, penjual gorengan (sanggar=Kaltim), rumah makan dan laian-lain.. Nah dengan TALOMPOT ini minimal dapat  mengurangi permintaan cabai dari kalangan rumah tangga.

TEKNIK BUDIDAYA TALOMPOT

Persiapan Bahan : – Tanah gembur, puk kandang, pot berdiameter 20 cm, bibit cabai yang siap tanam.

CARA MENANAM : – CAMPUR tanah gembur dengan pupuk pupuk kandang, kemudian MASUKKAN tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang ke dalam pot sampai ukuran setengah pot. lalu LETAKKAN bibit cabai di atas tanah persis ditengah pot. TERUS Tambahkan tanah tadi hingga tigaperempat pot. HENTAK-HENTAKKAN  pot hingga beberapa kali, tambahkan lagi tanah hingga ukuran tigaperempat kembali. Lalu LETAKKAN pot ke tempat yang disediakan. Usahakan penempatan pot tanaman terhindar dari ternak unggas terutama ayam.. Dan Terakhir  SIRAM dengan air secukupnya. TUNGGU LEBIH KURANG 100 hari.

PERAWATAN : Apabila ada rumput atau tanaman yang tumbuh dalam pot segera dicabut lalu dijemur setelah kering masukkan dalam pot. Ranting cabai yang tumbuh jauh dari pot segera di potong agar pohon cabai seimbang tumbuhnya. daun dan ranting sebaiknya tumbuh bundar seperti bentuk potnya.

PEMUPUKAN : Pemupukan dianjurkan hanya dengan puk kandang, hindari pupuk kimia. Pemupukan dengan kotoran sapi atau dengan kotoran kambing dilakukan 2 bulan sekali atau saat tanaman terlihat mulai kurang produktif.

PRODUKSI : di rumah saya satu pot bekas baskom cuci pakaian yang rusak berdiameter 50 cm. ditanami Cabai sejak Desember 2008 bibit dari Margahayu Bandung,  kini masih berbuah dan penen cabai yang merah dan yang tua saja berjumlah 55 biji. Foto tanaman menyusul.   “SELAMAT MENCOBA “

 

 

 

About these ads
Posted in Uncategorized. Leave a Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: